Melihat Ciri-Ciri Autisme Pada Anak 6 Bulan, TK SD

Diposting pada

Sebagian dari anda mungkin sedang bingung bagaimana cara melihat ciri-ciri autis pada anak? Lalu apakah autis itu? Autis sendiri bisa saja kemungkinan terbentuk dari semenjak lahir dan atau ada juga yang mengalaminya dari sejak masa balita. Hal tersebut mengakibatkan kesulitan dalam berkomunikasi dan membentuk hubungan sosial dengan anak orang lain. Bagi penderita autisme baik itu baru lahir, 6 bulan ataupun TK dan SD sendiri dapat terlihat apakah mengidap autisme atau tidak dengan melihat ciri-cirinya, yang antara lain berikut ini:

Memiliki Suatu Kebiasaan Berbeda dan Aneh

Penderita autis sering kali memiliki suatu kebiasaan yang tentunya dilakukan berulang-ulang. Kebiasaan ini jarang dan tidak dilakukan oleh orang normal seperti biasa. Contoh kebiasaan tersebut yaitu mengguyangkan bagian tubuh seperti tangan dan dilakukan berulang dan sulit dihilangkan.

Ciri-ciri autisme pada anak yang kedua yaitu memiliki sifat tidak peduli alias cuek. Sifat ini muncul ketika sedang atau sudah melaukakn sesuatu hal dan dia hanya bisa tertarik pada hal tersebut saja tanpa mengindahkan yang ada disekitarnya. Meskipun dihimbau dengan cara apapun pederita autisme tidak akan tertarik.

Sulit Merespon

Penderita autis cenderung mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan orang lain. Dan sering kali apa yang dia respon tidak sesuai dengan yang seharusnya. Misanya saja, saat orang lain bercerita tentang kejadian yang sedih, penderita autis justru malah menertawakannya.

Lebih Teliti dan Detail

Ciri-ciri penderita autis terutama anak, kita bisa melihatnya ketika mereka tertarik tentang sesuatu hal yang menurut orang lain itu biasa saja dan bukan hal yang menarik. Contohnya saja, penderita autis mau berdiam diri dan terfokus melihat jam sang berdetik.

Para penderita autis baik itu suah masuk TK atau SD bukanlah sasaran bahan ledekan. Terutama penderita autis pada anak 6 bulan atau baru lahir tetap butuh perhatian khusus. Ajak anak penderita autisme berinteraksi dengan perbincangan yang ringan sehingga mereka tetap terperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *